Langsung ke konten utama

Meet My Financial Planner

Rencana untuk resign sebenernya udah dipikirin dari beberapa bulan yang lalu, cuma yaa biasa deh masih mengumpulkan segenap niat dan tabungan (yang tetep aja gak ngumpul-ngumpul) sampe merasa siap. Maybe just like the other working mom, salah satu ketakutan resign yaaa pastinya gak jauh-jauh dari ketakutan bakal adanya gangguan finansial dalam rumah tangga, iyaa I felt it too. 

Setelah merenung (jieh merenung) dan banyak sharing dgn ortu akhirnya niat itu pun sudah bulaaat sebulat badan ini. Jadilah mulai susun rencana dan strategi bareng suami untuk cari cara gimana supaya keadaan finansial keluarga tetep aman, karena jujur aja walaupun kita dua-duanya bekerja, tapi gak pernah bisa nabung: istilahnya gak bisa liat uang nganggur. Nah apakabar dunia nih klo yang kerja cuma si ayah aja?

Berawal dari sepupu sang suami yang financial planner, dia nyaranin kita untuk pake jasa planner supaya keadaan keuangan kita bisa lebih save dan gak amburadul kaya kebanyakan pasangan muda di jakarta pada umumnya atau sebut saja kaum menengah ng*he :p tapi kita pun setengah hati nanggepin sarannya dia dengan alasan "ah malu ah tabungan dan keuangan kita diintip orang lain" dan yang lalu dijawab dengan kalimat super jleb! "lo mendingan diketawain sekarang atau diketawain nanti pas lo gak bisa sekolahin anak lo?!" DUUER! iya sih bener juga...

So, we finally made it! Beberapa hari yang lalu akhirnya kita set-up meeting dengan financial planner dari Aidil Akbar & Associates (btw ini bukan sepupu gw, juga postingan ini bukan endorse yaaa). Dan iya, kita berdua degdegaaaaaan banget rasanya pas mau ketemuan,  antara takut dan pasraaah! 

Eh tapi setelah ketemu, nyatanyaaaa pertemuan pertama jauh banget dari kesan menyeramkan dan interogasi yang awalnya kita bayangin. Kita ketemu langsung dengan Mas Aidil-nya, he was really friendly dan banyaaak bangeeet sharing soal keuangan khususnya keuangan untuk pasangan muda. So we were very lucky could met him in person :) dan gak berasa ajaaa gitu kalo sebenernya kita lagi "dikorek-korek" keadaan keuangannya. 

Untuk hasil analisanya, jujur kita udah pasrah aja klo memang dibilang kondisi keuangan kita gak sehat, but it just more than that. Entah mengapa gw jadi ngeliat kesungguhan suami gw untuk menafkahi keluarganya sekuat tenaga. He was very honest pas proses interview dan memang pengen berubah untuk menjadi suami yang lebih baik. Intinya apapun hasilnya, Lets start from the beginning :) Insya Allah bisa, apalagi Mas Aidil sendiri bener-bener bikin kita optimis dan bilang klo gak banyak loh pasangan muda yang "gagah berani" untuk dateng dan minta dianalisa keuangannya oleh financial planner. 

So, buat ibu-ibuu sekalian, yang memang berniat untuk invest / mau merencanakan apapun itu dalam jangka panjang dengan menggunakan jasa financial planner, gak usah ragu gak usah takut. Trust me, they'll help us to be better :) apalagi untuk jenis suami-istri yang boros ky kita gini hehehe! Ini step-step nya:

1. Contact jasa financial planner yang kita pilih (usahakan yang sudah recommend yaa misalnya dr teman atau kerabat)
2. Mereka akan jadwalkan di meeting pertama, tujuannya untuk analisa awal kondisi keuangan kita dan apa aja sih perancanaan yang mau kita buat 
3. Usahakan sebelum bertemu, kita udah susun rapih rencana secara detail apa saja yang mau kita capai beserta nominal kebutuhannya (misalnya: rencana uang sekolah anak TK ABC uang pangkal xxx rupiah dan uang spp xxx rupiah, mau masuk tahun xxxx)
4. Mengisi lembar ujian analisa yang nantinya akan diproses selama kurang lebih satu minggu
5. Setelah hasil analisa dirilis, mereka akan memberikan paket-paket penawaran. Untuk fee nya berbeda-beda tergantung dengan kebutuhan investasi nya. 
6. Apapun yang kita pilih, in the end tetep aja kita yang decide mau invest dimana dan berapa, karena planner sifatnya hanya memberi rekomendasi yang terbaik sesuai hasil analisa mereka. 
7. Dan selalu keep in mind, secanggih apapun rencana kita, tetep harus selalu menyakini bahwa rejeki sudah pasti dijamin Allah, dengan begitu kita pun jadi menjalani semuanya dengan lebih tenang dan santai sambil terus ikhtiar dan doa.

Jadi.. sekarang kita pun masih menunggu hasilnya sambil H2C haha! tapi apapun lah yaaa demi masa depan yang lebih baik :) Aamiiiin 

Btw, Have a great day and yes, we are getting closer to the weekend! yaay

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review: Perjalanan 'Mencari' Breastpump

Bisa dibilang bunda adalah Ratu Breastpump! Gak bercanda kok beneran ratu, secara segala rupa breastpump udah dicobain huahuahua *sambil pake mahkota and selendang bulu bulu*
Pas Athira masih ada di dalem perut bunda, salah satu hal yang paling bunda concern adalah soal breastpump. Kenapa? Yaaa karena namanya juga wanita karir yaaa kan, harus dong pompa pompa kumpulin tetes demi tetes ASI. Pas hamil awal-awal udah browsing berbagai forum mama urban dan tanya temen kanan kiri. Review nya macem - macem dan makin bikin bingung. Tapi setelah gundah gulana selama beberapa saat, akhirnya bunda menetapkan pilihan pada *jreng jreng*..... Breastpump Manual! 
Gosip punya gosip, manual tuh kemungkinan sakitnya lebih kecil terus hisapannya bisa disesuaiin pake feeling pas dapet LDR nya (fyi for newbie, LDR tuh bukan lagunya Raisa, tapi... Let-Down Reflex; gampangnya sih keadaan dimana si Ibu dan bayi merasa rileks dan nyaman ketika menyusui, sehingga ASI yang keluar pun jadi deraaas bgt, biasany…

Hello Adik Kicik!

Alhamdulillah di tahun 2016 ini, dikasih amanah lagi untuk memiliki anak kedua. Hari ini umur kandungannya sudah memasuki minggu ke-10, yes... still long way to go! Belum melewati trimester pertama, artinya masih harap harap cemas, semoga bayinya kuat dan sehat! Aamiiin...

Preeklamsia pada Kehamilan Kedua

Assalamualaikum, selamat pagi! Hari ini pengen berbagi tulisan tentang preeklamsia, penyakit yang sempat saya alami di kehamilan yang pertama. 
Well, first of all, apakah itu preeklamsia? sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ, misalnya kerusakan ginjal yang ditunjukkan oleh tingginya kadar protein pada urine (proteinuria).